Wednesday, November 19, 2025

Banjir Parah Ganggu Kehidupan Sosial Mahasiswa di Kawasan Kaligawe

 RETNO WAHYUNING PUTRI (30802300002)

Figure. 1

Figure. 2

Semarang, 28 Oktober 2025— Banjir yang melanda kawasan Kaligawe kembali menimbulkan dampak signifikan bagi mahasiswa yang tinggal di area tersebut. Tingginya curah hujan serta buruknya sistem drainase membuat air naik dengan cepat dan merendam sejumlah rumah kos mahasiswa.

Salah satu mahasiswa yang menjadi korban menceritakan bagaimana air mulai masuk ke kamar pada tengah malam. “Awalnya air masuknya pelan, tapi cepat banget naiknya. Jam sepuluh pagi air sudah setengah lutut,” ujarnya. Para penghuni kos terpaksa menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi dan mengungsi ke lantai dua dengan bantuan pemilik kos.

Tak hanya kehilangan barang, aktivitas perkuliahan mahasiswa juga terganggu. Meski kampus tidak terdampak banjir, akses jalan menuju kampus lumpuh total. “Kuliahnya akhirnya diganti online, soalnya jalan ke kampus banjir parah,” tambahnya. Sementara di kos, aktivitas sehari-hari hampir tidak bisa dilakukan karena tingginya genangan air.

Figure. 3

Selain kerusakan barang pribadi seperti baju yang berjamur, kasur lembap, serta tembok kamar yang rusak, mahasiswa juga kesulitan mendapatkan bantuan logistik dari kampus. Bantuan yang disalurkan melalui titik-titik tertentu tidak dapat dijangkau karena kondisi banjir. Beruntung, pemilik kos menyediakan makanan dan kebutuhan dasar bagi semua penghuni yang mengungsi.

Banjir tahunan di wilayah Kaligawe ini dipicu oleh drainase yang buruk serta perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. “Air nggak bisa ngalir karena got banyak sampahnya. Daerah sini juga rendah, jadi gampang tergenang,” jelas korban.

Meski terdampak cukup berat, peristiwa ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya gotong royong dan solidaritas antarwarga. Para penghuni kos saling membantu menyelamatkan barang hingga memasak bersama di dapur lantai dua selama masa pengungsian.

Korban juga memberikan pesan bagi mahasiswa lain yang tinggal di daerah rawan banjir. “Jangan remehin tanda-tanda banjir. Simpan barang penting di tempat tinggi, punya stok makanan, dan tetap saling bantu. Hal kecil bisa berarti banyak saat keadaan darurat.”

Banjir di kawasan ini disebut sebagai kejadian tahunan yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Warga berharap pemerintah dapat memperbaiki sistem drainase dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air, guna mencegah banjir serupa terjadi kembali.

No comments:

Post a Comment

Petualangan Qonita: Qonita in the Old House by Setiawan G. Sasongko

VANIA ANDANI PURIDA (30802300005)